BPN Curiga Pembubaran Koalisi Cuma untuk Kepentingan Demokrat

BPN Curiga Pembubaran Koalisi Cuma untuk Kepentingan Demokrat

BPN Curiga Pembubaran Koalisi Cuma untuk Kepentingan Demokrat

BPN Curiga Pembubaran Koalisi Cuma untuk Kepentingan Demokrat

 

BPN Curiga Pembubaran Koalisi Cuma untuk Kepentingan Demokrat- Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid mengaku curiga permintaan pembubaran koalisi oleh Partai Demokrat baik dari kubu Koalisi Indonesia Kerja (KIK) maupun Koalisi Adil Makmur hanya untuk kepentingan Partai Demokrat semata. Agen Poker

Menurut Sodik, bisa saja partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu hanya ingin leluasa menebarkan kepentingannya untuk keluar masuk ke dalam dua kubu itu, tanpa menerima kritik dari kedua belah pihak.

“Bisa saja, dengan tidak adanya lagi koalisi maka Partai Demokrat bisa dengan leluasa tanpa ada yang kritik dan yang mempermasalahkan jika keluar masuk ke eks-eks koalisi 02 dan 01,” kata Sodik saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (10/6).

Politikus Partai Gerindra ini pun mengaku khawatir dengan desakan yang diluncurkan oleh para elite Partai Demokrat terkait pembubaran koalisi ini. Koalisi sendiri menurut pemahaman Sodik adalah bagian dari kehidupan bangsa yang berdemokrasi dan berkonstitusi.

Keberadaan koalisi menurut dia tidak selalu merupakan cerminan adanya permusuhan atau perpecahan dalam kehidupan berbangsa. Jadi, kata dia, tak ada alasan pasti kenapa koalisi yang terbentuk saat pilpres ini harus dibubarkan.

“Lagi pula ketidak beradaan koalisi, bukan otomatis mencerminkan adanya persatuan. Jadi tidak apa-apa masih ada koalisi, asal dengan semangat dan komitmen bersama untuk NKRI,” kata dia.

Dia berpendapat koalisi-koalisi yang terbentuk dalam pilpres ini tak perlu dibubarkan dengan formal atau bahkan paksaan. Sodik melihati koalisi ini bubar dengan sendirinya mengikuti dinamika dan perkembangan perpolitikan Indonesia.

“Koalisi biarlah bubar atau terbentuk, secara alami atas dasar perkembangan dinamika politik. Tidak usah diformalkan dan dipaksakan,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta agar calon presiden Prabowo Subianto segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mendukung pencalonannya dalam Pilpres 2019 lalu. Permintaan tersebut disampaikannya lewat akun media sosial Twitter-nya, @Rachlannasidik pada Minggu (9/6).

Diketahui, Prabowo-Sandiaga saat Pilpres 2019 didukung oleh lima koalisi partai, Gerindra, PKS, Demokrat, PAN dan Berkarya. Rachland menuturkan koalisi parpol pengusung Prabowo-Sandiaga sudah tidak diperlukan lagi dan karena itu harus segera dibubarkan. Sebab, gelaran pemilu serentak tahun 2019 sudah berakhir.

Ia mengakui pasangan Prabowo-Sandi saat ini masih menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi menurut dia, gugatan tersebut merupakan ranah pasangan capres tanpa melibatkan partai politik.

“Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Anda lah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,” cuit Rachland, Minggu (9/6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *